|
Hatta Ali Dinilai Akan Sanggup Berantas Mafia Hukum |
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Kamis, 09 Pebruari 2012 |
|
Hatta Ali Dinilai Akan Sanggup Berantas Mafia Hukum JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Agung baru Hatta Ali dinilai mampu memperbaiki peradilan di Indonesia dari praktik mafia hukum yang masih terjadi. Penilaian itu disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Benny K Harman dan anggota Komisi III Achmad Basarah secara terpisah di Komplek DPR, Kamis (9/2/2012). Kemarin, Hatta Ali terpilih menjadi Ketua MA untuk periode lima tahun ke depan dalam sekali putaran. Hatta Ali mengantongi 28 suara dari total 51 suara sah, tiga suara dinyatakan tidak sah. Dia menyingkirkan saingan kuatnya, Ahmad Kamil, yang mendapat dukungan 15 hakim agung. Hatta Ali akan menggantikan Harifin A Tumpa yang akan pensiun pada Maret mendatang. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 09 Pebruari 2012 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
DR. H. Hatta Ali Ketua MA Baru |
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Rabu, 08 Pebruari 2012 |
Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA 
Jakarta l Badilag.net Dr. M. Hatta Ali, SH, MH terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung setelah mengumpulkan suara terbanyak dalam pemilihan Ketua MA, Rabu (8/2/2012). Dalam rapat paripurna khusus yang digelar di Ruang Kusuma Atmadja, sebanyak 54 hakim agung hadir untuk memberikan suaranya. Hatta Ali berhasil memperoleh 28 suara, unggul atas Dr. H. Ahmad Kamil, SH, M. Hum yang mendapatkan 15 suara. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 08 Pebruari 2012 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
TAULADAN SIFAT KERASULAN BAGI KEPEMIMPINAN APARATUR NEGARA |
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Senin, 06 Pebruari 2012 |
|
TAULADAN SIFAT KERASULAN BAGI KEPEMIMPINAN APARATUR NEGARA Oleh :  Al Fitri, S.Ag., SH., M.HI (Hakim Pratama Madya pada Pengadilan Agama Tanjungpandan) A. Pendahuluan. Setiap jatuhnya tanggal 12 Rabiul Awal umat Islam selalu merayakan datangnya maulid Nabi Muhammad SAW. demikian itu tidak lain merupakan sebuah warisan budaya atau peradaban Islam yang diperingati secara turun-temurun oleh umatnya. Jika dikaji dari catatan historis (tarekh), maulid telah dimulai sejak zaman Kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah binti Muhammad. Asal muasal pelaksanaan perayaan maulid ini dilaksanakan atas usulan panglima perang bernama Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran (mulud) Nabi Muhammad SAW. Ending dari perinagatan itu adalah untuk mengembalikan semangat juang umat Islam dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Zionis Yahudi. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu. Secara subtansial dapat dikatakan perayaan maulid nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan ketauladanan Nabi Muhammad SAW. atas risalah kerasulan untuk menyiarkan Dinul Islam. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 08 Pebruari 2012 )
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 7 dari 50 |